Rabu, 07 Januari 2009

pemanis untuk kue dan roti


Gula yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari pada umumnya dibuat dari tebu (sugar cane) dan dari bit (beet). Selain dua tanaman tersebut masih ada tanaman lain yang dapat menghasilkan bahan pemanis, yaitu pohon maple (maple syrup), palm (palm sugar), dan jagung (corn syrup). Jenis gula yang biasa digunakan di dapur patiseri terdiri dari beberapa jenis dan dari setiap jenisnya memiliki ciri khas dan fungsi tersendiri 

1. Brown sugar terbuat dari tebu, gula jenis ini memiliki ciri khas, baik untuk pembuatan pudding dan kue natal (christmas cake)

2. White sugar dibuat melalui dari penyulingan tebu yang menghasilkan gula putih dengan mutu yang tinggi. Turunan gula jenis ini terdiri dari 3 macam yaitu:

  • Granulated sugar (gula pasir); gula dengan bentuk kristal mulai dari yang kasar hingga yang halus. Gula yang kasar paling cocok untuk membuat sirop, sedangkan yang halus cocok untuk membuat kue dan bolu
  • Caster sugar (gula kristal); gula kristal dengan ukuran paling halus, cocok digunakan untuk semua jenis kue dan hiasan kue
  • Cube sugar (gula dadu); gula halus dengan bentuk dadu/kubus. gula ini kurang cocok untuk membuat sirop

3. Gula tepung disebut icing sugar, digunakan untuk membuat royal icing, glazes dan dekorasi

4. Golden syrup adalah larutan gula yang diambil sebelum terjadi kristalisasi gula, kadar airnya sekitar 15 -18%. Digunakan untuk membuat ginger cake dan biscuit

5. Treacle adalah sirop yang memiliki warna lebih gelap dari golden syrup biasanya digunakan untuk membuat pudding dan fruit cake

6. Glokose atau disebut juga dengan "corn syrup" glukose mengandung 15% air, dan digunakan untuk campuran syrup, cakes, dan biskuit

7. Madu merupakan bahan pemanis pertama yang dikenal manusia. Bentuknya berupa sirop kental alami yang dihasilkan oleh lebah. Madu digunakan untuk nougat dan ginger bread
Cocok untuk membuat adonan yang menggunakan ragi (yeast)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar